-
Continue reading →: Joget Romantis di Ajang Festival Cannes
Oleh Akhlis Suryapati Beredarnya video joget-joget sejumlah selebritas dan pejabat pemerintah di ajang Festival Film Cannes (Festival International du Film), mengundang sentimen negatif. Itu laksana flexing borjuis yang terpisah dengan realitas sosial budaya perfilman di Indonesia. Unggahan ringan itu bukannya menunjukkan kehebatan film Indonesia di mata dunia, tetapi sebagai pernyataan…
-
Continue reading →: Kritik Seni dalam Ekosistem Kebudayaan
Oleh Akhlis Suryapati Kritik Seni merupakan mekanisme kebudayaan yang memungkinkan orang lebih memahami dalam mendapatkan pengalaman estetik di cita rasa kesenian. Jika seni adalah organ-organ tubuh — mata, hidung, lidah, telinga, dan kulit — maka Kritik Seni adalah inderawi, kemampuan sensorik yang membuat organ-organ itu dapat melihat, mencium, mengecap, mendengar,…
-
Continue reading →: Tenggelamnya Kritik Film di Indonesia
Oleh Akhlis Suryapati Mungkin kritik film belum benar-benar mati dan terkubur di Indonesia. Tetapi yang terlihat nisannya. Jasadnya sedang tenggelam di percakapan dangkal propaganda, pencitraan, dan promosi film sebagai hiburan, dagangan, komoditas industri komersial. Akibatnya, dimensi intelektual film sebagai karya seni dan instrumen pemajuan kebudayaan terdesak ke pinggiran. Di lingkungan…
-
Continue reading →: Film Mengharap Jerat Regulasi
Akan lahir Undang-Undang Perfilman terbarukan. Jika kita menonton getolnya kegiatan FGD (Forum Group Discussion) Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia; paska kongres bulan Maret lalu. Topiknya revisi UU No 33 tahun 2009 tentang Perfilman. Jika hajatan terwujud, Indonesia akan memiliki undang-undang khusus perfilman ketiga, setelah Undang-Undang…
-
Continue reading →: Kesaksian Film Pesta Babi
Oleh Akhlis Suryapati Masih saja ada acara pertunjukan film dibubarkan oleh aparat negara. Terjadi pada film Pesta Babi – yang dianggap ‘provokatif’. Entah judulnya yang insinuaitif atau temanya dinilai subversif. Peristiwa ini menandai rapuhnya demokrasi, terhalangnya kebebasan berekspresi, tertekannya penyampaian pendapat. Jika pencekalan dilakukan karena muatan dalam film, juga menandai…
-
Continue reading →: Film Indonesia, Sinema Kepulauan Dag Yngvesson
Oleh Akhlis Suryapati – Dalam diskursus perfilman Indonesia, barangkali kita terjebak pada obsesi lama: menemukan apa yang disebut sebagai “Film Nasional Indonesia.” Sebuah kategori yang diasumsikan mampu mewakili identitas keindonesiaan secara utuh—baik melalui bahasa, produksi, maupun kepemilikan kreatif. Penetapan Hari Film Nasional (30 Maret 1950) lahir dari semangat serupa: merumuskan…
-
Continue reading →: Indonesia Histeris
Indonesia histeris. Akibat stres, frustrasi, lelah, kesel, marah, hilang harapan. Ledakan dalam wujud teriakan amuk ekspresi, hilang kontrol terhadap kalkulasi etik, akal sehat, dan nalar. Di Tegal, seorang Suheni teriak-teriak. Mengumbar aib. “Sudah “dikeloni” Pak Lurah, tetap saja warung dibongkar.” Kemudian seantero negeri dalam histeris kolektif, meradang beragam oktav dan…
-
Continue reading →: Keterbukaan Hati Reset BPI
Kalau HP atau komputer lemot, lag, hang, maka perlu restart. Masih belum bener karena crash, kena virus parah, sistem error nggak pulih, maka perlu reset. Karena saya gatek memainkan HP dan komputer jenis mutaklhir, maka bicara tentang Reset BPI (Badan Perfilman Indonesia.). Begini: Reset BPI bukan pembongkaran lembaga, bukan sekadar pergantian orang,…
-
Continue reading →: Paradoks Presiden Indonesia
Oleh Akhlis Suryapati Paradoks Indonesia hari-hari ini semakin lengkap oleh Paradoks Presiden Indonesia. Prabowo Subianto sangat memahami tentang paradoks itu sebagaimana terbaca pada karya tulisnya tahun 2017 yang dikembangkan dan diterbitkan sebagai buku pada tahun 2022 berjudul Paradoks Indonesia. Ia menuliskannya dengan jelas dan tajam, kemudian ketika berkuasa mempraktekkannya dengan logika yang…
-
Continue reading →: Tragedi Kebudayaan dalam Pendidikan Gen-Z
Pemuda Gen-Z in action merokok di sekolah. Ketika kena kepret Guru, mengadu ke Papi-Mami. Orangtua nggak terima, lapor polisi agar Bu Guru dipenjara. Guru lain di sekolah bersorak-sorak. Ratusan murid unjuk rasa, mogok belajar, menghujat. Gubernur memecat guru yang juga kepala sekolah itu. Dalam perkara beginian, yang sudah sering terjadi,…
